Modul 2 Percobaan 4 Kondisi 3
1. Buka web WOKWI.COM dan cari STM 32 NUCLEO C031C6
2. Rangkai komponen sesuai dengan modul percobaan
3. Klik pada Library Manager untuk membuat file baru yang bernama main.h dan main.c
4. Masukan program yang telah di buat sesuai kondisi pada kedua file tersebut
5. Jalankan
2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
1. STM32 NUCLEO-G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE adalah papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32 yang dirancang oleh STMicroelectronics untuk memudahkan proses pembelajaran, prototyping, dan pengembangan sistem embedded.
Secara spesifik, board ini menggunakan mikrokontroler STM32G474RE, yang termasuk dalam keluarga STM32 seri G4. Mikrokontroler ini berbasis inti ARM Cortex-M4 dengan kemampuan pemrosesan yang cukup tinggi serta dilengkapi dengan fitur DSP (Digital Signal Processing) dan FPU (Floating Point Unit), sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan perhitungan matematis cepat seperti kontrol motor, sistem tenaga, dan pengolahan sinyal.
Light Dependent Resistor (LDR) adalah sensor cahaya yang nilai resistansinya berubah sesuai intensitas cahaya yang diterimanya.
Push button adalah komponen input berupa saklar mekanis yang bekerja ketika ditekan (push) oleh pengguna untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik dalam suatu rangkaian.
Secara prinsip kerja, push button memiliki dua kondisi utama, yaitu Normally Open (NO) dan Normally Closed (NC). Pada tipe Normally Open, dalam kondisi tidak ditekan rangkaian berada dalam keadaan terbuka (tidak mengalirkan arus), dan ketika tombol ditekan, rangkaian menjadi tertutup sehingga arus dapat mengalir. Sebaliknya, pada tipe Normally Closed, rangkaian dalam kondisi normal tertutup dan akan terbuka saat tombol ditekan.
7. Adaptor
8. Jumper
9. Breadboard
b. Diagram Blok
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Gambar rangkaian:
Saat sistem aktif, mikrokontroler secara terus-menerus membaca nilai sensor cahaya (LDR) melalui ADC pada pin PA0 untuk mengetahui kondisi lingkungan. Jika nilai ADC menunjukkan kondisi terang, maka lampu akan dimatikan. Sebaliknya, jika terdeteksi gelap, sistem akan mengaktifkan mode siaga pencahayaan.
Pada kondisi gelap, sistem kemudian menunggu adanya aktivitas dari sensor gerak (PIR) yang terhubung ke pin PA1. Sensor ini dapat dikonfigurasi menggunakan interrupt, sehingga ketika ada gerakan, mikrokontroler langsung merespons tanpa harus menunggu proses loop. Saat interrupt dari PIR aktif, lampu akan dinyalakan menggunakan PWM pada pin PA6, sehingga intensitas cahaya dapat diatur (misalnya langsung terang penuh atau bertahap).
Setelah tidak ada gerakan lagi, sistem tidak langsung mematikan lampu, tetapi menunggu selama beberapa waktu (delay) untuk menjaga kenyamanan. Jika dalam waktu tersebut tidak ada interrupt baru dari PIR, maka lampu akan diredupkan atau dimatikan kembali menggunakan PWM.
Dengan demikian, sistem ini bekerja secara otomatis: ADC menentukan kondisi terang/gelap, interrupt mendeteksi kejadian gerakan secara cepat, dan PWM mengatur tingkat kecerahan lampu, sehingga menghasilkan sistem penerangan yang efisien, responsif, dan hemat energi.
4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
a. Flowchart
b. Listing Program
MAIN.CMAIN.H
Kondisi 3: Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan keadaan LDR mendeteksi gelap, PIR sebelumnya mendeteksi gerakan lalu tidak lagi mendeteksi, maka lampu kembali kondisi mati.
- Download Tugas Pendahuluan (klik disini)
- Download Laporan Akhir (klik disini)
- Download Datasheet Sensor PIR (klik disini)
- Download Datasheet Sensor LDR (klik disini)
- Download Datasheet Resistor (klik disini)
- Download Datasheet LED (klik disini)
- Download Datasheet Push Button (klik disini)
Komentar
Posting Komentar